Bhisma,sang Dewabrata
Badannya yang tegap,wajahnya yang tampan,sakti mandraguna, rendah
hati dan bijaksana,dari keturunan raja dan dewi , tentu tak akan sulit baginya
memperoleh pasangan hidupnya.Banyak yang tergila gila padanya.Wanita
memujanya,ingin dipersuntingnya.Namun tak satupun yang menjadikan hatinya jatuh cinta,dan mempersuntingya.Dia
adalah Dewabrata,putra raja Hastinapura dan dewi Gangga.
Apakah dia tidak ada romantis romantisnya.Apakah dia kaku
dan keras ,sekeras tubuhnya yang sakti mandraguna.Tidak.Dia sangat romantis dan
ahli menakhlukkan hati wanita.Dia pandai meyakinkan wanita untuk patuh padanya.
“Wahai dewi setyawati,apa yang kurang dengan ayahku.Adakah
sesuatu yang tidak pantas di diri ayahku,hingga ayahku begitu galau setelah kau
tolak tumpahan isi hatinya padamu.Rasanya kalian sangat elok ketika
berdampingan,dan merajut hidup bersama dalam kehiduan ini,”rayu Dewabrata kepada Setywati gadis biasa,bukan
trah raja.Namun pinangan ini bukan untuknya.Untuk ayahnya yang memasuki fase
usia mendapatkan kembalinya cinta masa muda.Cinta yang sebelumnya untuk Dewi
Gangga yang harus kembali ke kahyangan.
Setyawati anak nelayan itupun menjawab,” Adakah puncak sebuah gunung di negeri ini yang tidak bisa digunakakan melihat kemilau mahkota
ayahmu,ataukah ada makhluk di hastinapura ini yang belum mengenal nama ayahmu,ataukah
ada semut semut kecil di Hastinapura yang luput dari lindungan ayahmu yang bijaksana itu wahai Dewabrata.Tidak ada
yang kurang dengan ayahmu .Tidak ada yang cela dari ayahmu,dan tidak ada alasan
yang pantas untuk menolak cintanya”.Sesaat kemudian dia teruskan kalimat
kalimat yang bermaksud menohok hati
Dewabrata,”hanya engkaulah alasan penolakan cinta ayahmu kepadaku.Kau
penghalang keturunanaku menjadi putra mahkota di Hastinapura.Dan ayahmu lebih
menempatkanmu di tempat pertama untuk tahta itu daripada cintanya kepadaku,apalagi
keturunanku kelak”.
Dewabarata,yang mewarisi jiwa bijak Sentanu ayahnya tahu
kemana arah bicara Setyawat yang penuh ambisi.Dalam kecamuk hatinya berbicara,”Oh
Tuhan,sekiranya semua penghargaan yang Kau berikan untukku ,akan kupersembahkan
semua untuk kebahagiaan ayahku,yang telah jadi penyebab aku ada di dunia
ini.Dan sekiranya Tuhan berikan takdir yang terbaik untukku,aku tukar dengan
suasana damai Hastinapura ini dari perebutan mahkota kekuasaan”.bisikan hati
anak yang penuh dharma.Dharma kepada orang tuanya serta dharma kepada bangsa dan negaranya.
Tak lama kemudian,Dewabrata maju dan memilih tempat yang
agak tinggi,”wahai Setyawati ,ijinkan aku memberi jaminan kepadamu ,kepada keluargamu ,kepada rakyat
Hastinapura,dan kepada semesta alam
ini,aku Dewabrata bersumpah , aku tidak akan mewarisi tahta di Hastinapura,dan
aku tidak beristri agar tidak terjadi pertikaian diantara para keturunan kita”.Dewabrata
bersumpah sambil mengangkat tangan kanannya dengan kepalan yang keras dan bergetar,sebagi
tanda dia tidak main main dengan sumpahnya,janji kepada para Dewa ,janji kepada
semesta.Dengan lantang ia ucapkan bhishan
pratigya,sumpah untuk membujang
selamanya dan tidak kan mewarisi tahta ayahnya.
Raut wajah Setyawati memerah,hatinya bak tersambar petir
yang membahana.Antara terkejut dan bahagia .Terpenuhinya nafsu dan
ambisinya.Diterimanya cinta Sentanu di atas puing puing pengorbanan Dewabhrata
yang penuh cinta .Cinta untuk
ayahnya.Cinta untuk kedamaian Hastinapura,negeri nya.
Semenjak itu Sentanu mengganti nama anaknya Dewabrata menjadi
Bhisma,yang berarti “Sumpah yang dahsyat”.Dahsyat karena menembus fitrah dan
nalurinya sebagi manusia yang harusnya ada cinta pribadi kepada
pasanganya.Cinta pria kepada wanita.Dahsyat karena cinta kepada negerinya,tak
rela bertikai dan jauh dari damai karena perebutan kekuasaan.Keputusan langka
yang ada di dunia ini.Tapi wajib untuk
selalu dicoba oleh mereka yang mempunyai pribadi pemimpin sejati yang punya jiwa
pemelihara.
Karena pengorbanannya ,Bhisma di anugrahi bisa bersahabat
dengan Sang Dewa Waktu,untuk memilih waktu kematiannya.Namun semua harapan Bhisma tak selalu sesuai rencananya.Karena Bhisma semakin lama hidup,semakin ada cerita unuk
membuat pikiranny terbuka.Manusia punya rencana,Tapi Tuhan punya kuasa atas
rencana itu.Hastinapura tetap timbul pertikaian hebat kelak kemudian hari.Ada
perang saudara yang tergambar dalam panggung Baratayuda,pertikaian maut Pandawa
dan Kurawa, dan Bhisma jadi terlibat didalamnya,dan kematiannya ditakdirkan ada di dalam kisah itu.
Hidup tidak selamanya
bisa hitam dan putih.Gejolak
hati,tekanan jiwa,rasa cinta membolak balik pilihan manusia.Ada yang memilih
aman di antara dua warna.Namun kalau jelas tujuannya,tegaslah memilih salah
satu warna....walau kepaitan selalu dirasa.
Diilustrasikan kepahlawanan Bhisma oleh Wawan Irianto,dari
berbagai sumber
Kalikotes,24 Maret 2018
Ikuti kisah sisi lain
dari Bhisma di episode lainnya,untuk sekedar tahu benarkah Bhisma pernah jatuh cinta,Untuk Pandawa atau Kurawa
kah Bhisma berpihak,perang perangnya,dan siapa yang bisa menakhlukkan Bhisma.....




