Sabtu, 24 Maret 2018

Serial Bhisma Pahalawan dari Hastinapura



Bhisma,sang Dewabrata
Badannya yang tegap,wajahnya yang tampan,sakti mandraguna, rendah hati dan bijaksana,dari keturunan raja dan dewi , tentu tak akan sulit baginya memperoleh pasangan hidupnya.Banyak yang tergila gila padanya.Wanita memujanya,ingin dipersuntingnya.Namun tak satupun yang menjadikan  hatinya jatuh cinta,dan mempersuntingya.Dia adalah Dewabrata,putra raja Hastinapura dan dewi Gangga.


Apakah dia tidak ada romantis romantisnya.Apakah dia kaku dan keras ,sekeras tubuhnya yang sakti mandraguna.Tidak.Dia sangat romantis dan ahli menakhlukkan hati wanita.Dia pandai meyakinkan wanita untuk patuh padanya.

“Wahai dewi setyawati,apa yang kurang dengan ayahku.Adakah sesuatu yang tidak pantas di diri ayahku,hingga ayahku begitu galau setelah kau tolak tumpahan isi hatinya padamu.Rasanya kalian sangat elok ketika berdampingan,dan merajut hidup bersama dalam kehiduan ini,”rayu  Dewabrata kepada Setywati gadis biasa,bukan trah raja.Namun pinangan ini bukan untuknya.Untuk ayahnya yang memasuki fase usia mendapatkan kembalinya cinta masa muda.Cinta yang sebelumnya untuk Dewi Gangga yang harus kembali ke kahyangan.
Setyawati anak nelayan itupun menjawab,” Adakah  puncak sebuah gunung  di negeri ini yang  tidak bisa digunakakan melihat kemilau mahkota ayahmu,ataukah ada makhluk di hastinapura ini yang belum mengenal nama ayahmu,ataukah ada semut semut kecil di Hastinapura yang luput dari lindungan ayahmu  yang bijaksana itu wahai Dewabrata.Tidak ada yang kurang dengan ayahmu .Tidak ada yang cela dari ayahmu,dan tidak ada alasan yang pantas untuk menolak cintanya”.Sesaat kemudian dia teruskan kalimat kalimat yang  bermaksud menohok hati Dewabrata,”hanya engkaulah alasan penolakan cinta ayahmu kepadaku.Kau penghalang keturunanaku menjadi putra mahkota di Hastinapura.Dan ayahmu lebih menempatkanmu di tempat pertama untuk tahta itu daripada cintanya kepadaku,apalagi keturunanku kelak”.
Dewabarata,yang mewarisi jiwa bijak Sentanu ayahnya tahu kemana arah bicara Setyawat yang penuh ambisi.Dalam kecamuk hatinya berbicara,”Oh Tuhan,sekiranya semua penghargaan yang Kau berikan untukku ,akan kupersembahkan semua untuk kebahagiaan ayahku,yang telah jadi penyebab aku ada di dunia ini.Dan sekiranya Tuhan berikan takdir yang terbaik untukku,aku tukar dengan suasana damai Hastinapura ini dari perebutan mahkota kekuasaan”.bisikan hati anak yang penuh dharma.Dharma kepada orang tuanya serta  dharma kepada bangsa dan negaranya.
Tak lama kemudian,Dewabrata maju dan memilih tempat yang agak tinggi,”wahai Setyawati ,ijinkan aku memberi  jaminan kepadamu ,kepada keluargamu ,kepada rakyat Hastinapura,dan kepada semesta  alam ini,aku Dewabrata bersumpah , aku tidak akan mewarisi tahta di Hastinapura,dan aku tidak beristri agar tidak terjadi pertikaian diantara para keturunan kita”.Dewabrata bersumpah sambil mengangkat tangan kanannya  dengan kepalan yang keras dan bergetar,sebagi tanda dia tidak main main dengan sumpahnya,janji kepada para Dewa ,janji kepada semesta.Dengan lantang  ia ucapkan bhishan pratigya,sumpah untuk  membujang selamanya dan tidak kan mewarisi tahta ayahnya.
Raut wajah Setyawati memerah,hatinya bak tersambar petir yang membahana.Antara terkejut dan bahagia .Terpenuhinya nafsu dan ambisinya.Diterimanya cinta Sentanu di atas puing puing pengorbanan Dewabhrata yang  penuh cinta .Cinta untuk ayahnya.Cinta untuk kedamaian Hastinapura,negeri nya.
Semenjak itu Sentanu mengganti nama anaknya Dewabrata menjadi Bhisma,yang berarti “Sumpah yang dahsyat”.Dahsyat karena menembus fitrah dan nalurinya sebagi manusia yang harusnya ada cinta pribadi kepada pasanganya.Cinta pria kepada wanita.Dahsyat karena cinta kepada negerinya,tak rela bertikai dan jauh dari damai karena perebutan kekuasaan.Keputusan langka yang ada di dunia  ini.Tapi wajib untuk selalu dicoba oleh mereka yang mempunyai  pribadi pemimpin sejati yang punya jiwa pemelihara.
Karena pengorbanannya ,Bhisma di anugrahi bisa bersahabat dengan Sang Dewa Waktu,untuk memilih waktu kematiannya.Namun semua  harapan  Bhisma tak selalu sesuai rencananya.Karena  Bhisma semakin lama hidup,semakin ada cerita unuk membuat pikiranny terbuka.Manusia punya rencana,Tapi Tuhan punya kuasa atas rencana itu.Hastinapura tetap timbul pertikaian hebat kelak kemudian hari.Ada perang saudara yang tergambar   dalam panggung Baratayuda,pertikaian maut Pandawa dan Kurawa, dan Bhisma jadi terlibat didalamnya,dan kematiannya  ditakdirkan ada di dalam kisah itu.
Hidup  tidak selamanya  bisa hitam dan putih.Gejolak hati,tekanan jiwa,rasa cinta membolak balik pilihan manusia.Ada yang memilih aman di antara dua warna.Namun kalau jelas tujuannya,tegaslah memilih salah satu warna....walau kepaitan selalu dirasa.

Diilustrasikan kepahlawanan Bhisma oleh Wawan Irianto,dari berbagai sumber
Kalikotes,24 Maret 2018
Ikuti kisah sisi lain dari Bhisma di episode lainnya,untuk sekedar tahu benarkah Bhisma  pernah jatuh cinta,Untuk Pandawa atau Kurawa kah Bhisma berpihak,perang perangnya,dan siapa yang bisa menakhlukkan Bhisma.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar