Ketika itu kami kaget,dengan putusan anak kami.Tiba tiba saja ia
membatalkan rencana yang sudah lama untuk membeli gadget.Namun ketika
tabungannya terkumpul dia justru putuskan untuk memberikannya sebagai
sodaqoh kepada orang lain....
ceritanafa
Sabtu, 13 Juli 2019
Sabtu, 24 Maret 2018
Serial Bhisma Pahalawan dari Hastinapura
Bhisma,sang Dewabrata
Badannya yang tegap,wajahnya yang tampan,sakti mandraguna, rendah
hati dan bijaksana,dari keturunan raja dan dewi , tentu tak akan sulit baginya
memperoleh pasangan hidupnya.Banyak yang tergila gila padanya.Wanita
memujanya,ingin dipersuntingnya.Namun tak satupun yang menjadikan hatinya jatuh cinta,dan mempersuntingya.Dia
adalah Dewabrata,putra raja Hastinapura dan dewi Gangga.
Apakah dia tidak ada romantis romantisnya.Apakah dia kaku
dan keras ,sekeras tubuhnya yang sakti mandraguna.Tidak.Dia sangat romantis dan
ahli menakhlukkan hati wanita.Dia pandai meyakinkan wanita untuk patuh padanya.
“Wahai dewi setyawati,apa yang kurang dengan ayahku.Adakah
sesuatu yang tidak pantas di diri ayahku,hingga ayahku begitu galau setelah kau
tolak tumpahan isi hatinya padamu.Rasanya kalian sangat elok ketika
berdampingan,dan merajut hidup bersama dalam kehiduan ini,”rayu Dewabrata kepada Setywati gadis biasa,bukan
trah raja.Namun pinangan ini bukan untuknya.Untuk ayahnya yang memasuki fase
usia mendapatkan kembalinya cinta masa muda.Cinta yang sebelumnya untuk Dewi
Gangga yang harus kembali ke kahyangan.
Setyawati anak nelayan itupun menjawab,” Adakah puncak sebuah gunung di negeri ini yang tidak bisa digunakakan melihat kemilau mahkota
ayahmu,ataukah ada makhluk di hastinapura ini yang belum mengenal nama ayahmu,ataukah
ada semut semut kecil di Hastinapura yang luput dari lindungan ayahmu yang bijaksana itu wahai Dewabrata.Tidak ada
yang kurang dengan ayahmu .Tidak ada yang cela dari ayahmu,dan tidak ada alasan
yang pantas untuk menolak cintanya”.Sesaat kemudian dia teruskan kalimat
kalimat yang bermaksud menohok hati
Dewabrata,”hanya engkaulah alasan penolakan cinta ayahmu kepadaku.Kau
penghalang keturunanaku menjadi putra mahkota di Hastinapura.Dan ayahmu lebih
menempatkanmu di tempat pertama untuk tahta itu daripada cintanya kepadaku,apalagi
keturunanku kelak”.
Dewabarata,yang mewarisi jiwa bijak Sentanu ayahnya tahu
kemana arah bicara Setyawat yang penuh ambisi.Dalam kecamuk hatinya berbicara,”Oh
Tuhan,sekiranya semua penghargaan yang Kau berikan untukku ,akan kupersembahkan
semua untuk kebahagiaan ayahku,yang telah jadi penyebab aku ada di dunia
ini.Dan sekiranya Tuhan berikan takdir yang terbaik untukku,aku tukar dengan
suasana damai Hastinapura ini dari perebutan mahkota kekuasaan”.bisikan hati
anak yang penuh dharma.Dharma kepada orang tuanya serta dharma kepada bangsa dan negaranya.
Tak lama kemudian,Dewabrata maju dan memilih tempat yang
agak tinggi,”wahai Setyawati ,ijinkan aku memberi jaminan kepadamu ,kepada keluargamu ,kepada rakyat
Hastinapura,dan kepada semesta alam
ini,aku Dewabrata bersumpah , aku tidak akan mewarisi tahta di Hastinapura,dan
aku tidak beristri agar tidak terjadi pertikaian diantara para keturunan kita”.Dewabrata
bersumpah sambil mengangkat tangan kanannya dengan kepalan yang keras dan bergetar,sebagi
tanda dia tidak main main dengan sumpahnya,janji kepada para Dewa ,janji kepada
semesta.Dengan lantang ia ucapkan bhishan
pratigya,sumpah untuk membujang
selamanya dan tidak kan mewarisi tahta ayahnya.
Raut wajah Setyawati memerah,hatinya bak tersambar petir
yang membahana.Antara terkejut dan bahagia .Terpenuhinya nafsu dan
ambisinya.Diterimanya cinta Sentanu di atas puing puing pengorbanan Dewabhrata
yang penuh cinta .Cinta untuk
ayahnya.Cinta untuk kedamaian Hastinapura,negeri nya.
Semenjak itu Sentanu mengganti nama anaknya Dewabrata menjadi
Bhisma,yang berarti “Sumpah yang dahsyat”.Dahsyat karena menembus fitrah dan
nalurinya sebagi manusia yang harusnya ada cinta pribadi kepada
pasanganya.Cinta pria kepada wanita.Dahsyat karena cinta kepada negerinya,tak
rela bertikai dan jauh dari damai karena perebutan kekuasaan.Keputusan langka
yang ada di dunia ini.Tapi wajib untuk
selalu dicoba oleh mereka yang mempunyai pribadi pemimpin sejati yang punya jiwa
pemelihara.
Karena pengorbanannya ,Bhisma di anugrahi bisa bersahabat
dengan Sang Dewa Waktu,untuk memilih waktu kematiannya.Namun semua harapan Bhisma tak selalu sesuai rencananya.Karena Bhisma semakin lama hidup,semakin ada cerita unuk
membuat pikiranny terbuka.Manusia punya rencana,Tapi Tuhan punya kuasa atas
rencana itu.Hastinapura tetap timbul pertikaian hebat kelak kemudian hari.Ada
perang saudara yang tergambar dalam panggung Baratayuda,pertikaian maut Pandawa
dan Kurawa, dan Bhisma jadi terlibat didalamnya,dan kematiannya ditakdirkan ada di dalam kisah itu.
Hidup tidak selamanya
bisa hitam dan putih.Gejolak
hati,tekanan jiwa,rasa cinta membolak balik pilihan manusia.Ada yang memilih
aman di antara dua warna.Namun kalau jelas tujuannya,tegaslah memilih salah
satu warna....walau kepaitan selalu dirasa.
Diilustrasikan kepahlawanan Bhisma oleh Wawan Irianto,dari
berbagai sumber
Kalikotes,24 Maret 2018
Ikuti kisah sisi lain
dari Bhisma di episode lainnya,untuk sekedar tahu benarkah Bhisma pernah jatuh cinta,Untuk Pandawa atau Kurawa
kah Bhisma berpihak,perang perangnya,dan siapa yang bisa menakhlukkan Bhisma.....
Rabu, 21 Maret 2018
Cerita Tentang Isi Bantal
Pada suatu sekolah dasar hiduplah seorang guru matematika
pendiam.Mungkin dapat dikatakan agak angker karena jarang senyum ,tanpa banyak
kata kata yang keluar.Pembawaan ataukah tuntutan profesi yang harus diperankan
.Membimbing anak anak haruslah penuh dengan keseriusan dan tidak sembarang
keluar kata kata yg tidak berguna.
Sebelum pulang ,guru ini kerap menahan muridnya utk tidak segera
pulang.Ada semacam pertanyaan yang dia tujukan sehubungan dengan pelajaran yang
disampaikan hari ini.Dia catat semua informasi yang didapat dari murid yang dia
panggil.
Tiap hari setelah selesai mengajar dia memantau perkembangan
anak anaknya.Dituliskannya perkembangan setiap muridnya pada masing masing
buku.Tentang perangai murid2nya hari ini,tentang apa apa yang dilakukan,tentang
kenakalan,tentang sesuatu yang positif yang dilakukan,tentang interaksi satu
sama lain setiap muridnya.Detail dan tanpa terlewatkan.Mungkin inilah yang
membuat guru ini terkesan acuh tak acuh,tak banyak cakap,bahkan terlihat
angker.
Selesai menyelesaikan pekerjaannya,dia bersantai sambil memeluk
yang bertuliskan “siapa yang bersungguh sungguh dia akan berhasil”,hasil
sulaman sederhananya di sarung bantal itu.Sesekali dia baca dan diremasnya
bantal yang empuk berisi semacam kapas , sambil tersenyum ,sebuah senyuman yang
jarang ditontokan ke orang.Mungkin dia sedang membayangkan keberhasilan murid
muridnya karena mereka bersungguh sungguh dengan mengasah talentanya.
Namun tak urung apa yang dilakukan guru itu membuat salah satu
ibu dari muridnya penuh curiga.Karena beberapa kali anaknya terlambat
pulang.Dia mulai kasak kusuk ke orang tua yang lain,bahwa ada yang tidak beres
dengan guru ini.Suatu kali ibu ini menyelidik mengapa anaknya belum pulang juga
,sementara yang lain sudah pulang.Dia datangi ruang kantor guru itu.Pas diujung
pintu, dia mendengar guru itu,”kamu bawa lengkeng berapa Andi?” tanya nya
kepada murid yang bernama Andi itu,dan anak itu segera menjawab ,”saya bawa 35
buah bu”.Ibu itu terus berkata lagi “coba ibu dikasih yang 17,sisanya kamu”.Ibu
anto yang diluar mendengar tidak masuk ke ruang guru tersebut.Hatinya yang
dipenuhi prasangka,penuh marah dan segera meninggalkan sekolah itu.
Sementara guru itu melanjutkan,”berapa kelengkeng buatmu ? Andi
murid klas 1 SD itu segera berhitung kelengkeng,satu...dua...tiga....dst sampai
angka 17 untuk diberikan ke gurunya.”Nah sekarang kamu hitung kelengkeng untuk
kamu.Diulanginya cara yang seperti tadi...dia hitung lagi dari
satu...dua...tiga....sampai hitungan terakhir 18.”Jadi berapa kelengkeng
untukmu andi ?.Andi menjawab,”delapan belas bu?”.Guru itu tersenyum dan menulis
catatan di buku khusus untuk andi.Guru itu menyodorkan soal matematika ke Andi,
13 + 19 =.....Andi tertegun melihat tulisan itu.Guru itu membantu menerangkan
maksutnya.Andi agak kesulitan mengartikan soal berupa angka itu.Guru itu tidak
kurang akal membuat perumpamaan soal itu....”Andi jika ayah kamu nanti pulang
membawa jambu sebanyak 13 dan bersamaan dengan itu pamanmu yang luar kota juga
membawa jambu sebanyak 19 berapa jambu yang kau miliki?”.Mendengar kalimat dari
gurunya,segera Andi meraih spidol untuk menggambar jambu sebanyak 13 di baris
pertama,dan menggambarnya kembali di baris kedua sebanyak 19.Kemudian diitung
semuanya,sambil komat kamit mulutnya ,hingga kata terakhir adalah kata
tigapuluh dua ....”Jambu saya tigapuluh dua bu”.Guru itu lagi lagi keluar
senyumnya yang selama ini langka.Tersenyum karena guru itu jadi ngerti cara
mengajar kepada Andi,dan yang membuat dia tertegun cara andi menyimpulkan soal
matematika dengan logika yang benar.Terlebih caranya menggambar jambu sebanyak
32,secara bentuk sangat mirip dan semua hampir sama.Selain berbakat menggambar
,Andi dicatat oleh guru itu sebagai murid yang mempunyai konsistensi ilustrasi
yang ingin dia kemukakan.Setelah disuruhnya Andi pulang,dituliskannya catatan tentang
Andi di buku khususnya.
Sementara itu,ibu Andi yang penuh prasangka dan kemarahan
membuat gosip ke teman temannya sesama orang tua.”Oh ternyata sifatnya yang
aneh itu memang perlu dilaporkan,masak murid sendiri di palak dimintain
bekalnya”. “ah masa sih bu????” tanya beberapa temannya.”Lho saya itu dengar
sendiri waktu dia minta kelengkeng bekal anakku”.Rupanya cara bercerita dan
ekspresi ibu itu memancing dan mempengaruhi orang tua yang lain.Sehingga
omongan itu jadi meluas dan viral.Kata ibu guru memalak jadi hot line di
sekolah itu dan bisa jadi menyebar keluar karena saktinya peran medsos.Sungguh
masalah klasik yang terulang.Hanya karena pengertian sepenggal dan tidak pernah
dikonfirmasi,timbul asumsi yang membunuh karakter seseorang.Fitnah.
Sampailah gosip dan berita fitnah itu di telinga guru
itu.Bagaikan samber geledek di siang bolong.Syok dan efek kejut luar biasa
menghujam jantung.Sifatnya yang pendiam hanya bisa memendam rasa.Diberikanlah
semua buku catatan murid muridnya ke Kepala Sekolah sembari menyampaikan apa
sebenarnya yang terjadi,Tidak kurang dan tidak ditambahi.Dia pamit untuk tidak
mengajar.Baginya sulit untuk berdebat,Biarlah Kepala sekolahlah yang
menyampaikan pembelaannya kepada orang tua murid.Dia ingin istirahat agar rasa
sakitnya sembuh oleh waktu .
Suatu hari,Kepala Sekolah memanggil secara khusus Ibu Andi.Tanpa harus menginterograsi ,dia perlihatkan catatan rinci guru itu kepada Ibu dan ayahnya Andi.Dibacanya halaman sesuai tanggal ibu itu mendengar percakapan guru dan Andi tentang kelengkeng.”Tolong ibu baca dan ibu camkan,laporan dari guru itu begitu detail dan sistematis.Dia guru profesional yang mengerti kebutuhan,kesulitan ,dan solusi untuk anak ibu.”,perintah kepala sekolah.Tertulis disitu -Andi anak yang luar biasa,kesulitan memahami tulisan berapa angka,tapi logika verbalnya kuat,kemampaun ilustrasinya hebat,operasi matematika dipahaminya dengan menghitung kelengkeng,dan menggambarkan sebuah jambu dengan bagus dan menyenangkan.Saran untuk Andi,metode nya harus diajarkan dengan bercerita sambil dijelaskan tentang cara memahami simbol simbol angka,harus diasah kemampuan menggambarnya karena dia berbakat dan konsisten terhadap bentuk dan garis.Semoga Andi menjadi orang yang hebat karena kemauan bukan kecerdasan bawaan.Demikian saran di dalam buku khusus untuk andi.
Berlinanglah air mata ibu itu.Perasaan bersalah dan menyesal jadi satu.Sesenggrukan didada suaminya,dan merasa malu ada kepala sekolah di depannya.Kepala sekolah menyerahkan sebuah bantal kesayangan guru itu,bantal yang bertuliskan “siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil”.Kepala Sekolah itu berbicara,”bantal itu khusus diberikan untuk Andi,agar andi mengingat dan melakukan perintah sesuai tulisan itu,ini bantal kesayangan guru itu”.Semakin keras dan menjadi jadi tangis ibu.Dia meronta meronta ingin segera ke tempat guru anaknya untuk minta maaf,dan menyampaikan penyesalan.Dia merasa berdosa telah melakukan fitnah kepada guru itu.
Kepala sekolah itu berbicara,”mungkin beliau bisa memaafkan ibu,tapi untuk melupakannya saya gak janji bu.Coba ibu keluarkan isi kapas itu dari bantal itu.Lalu ibu jatuhkan ke bawah sana.Biarkan terbaran kemana mana karena tertiup angin”.Ibu itu melongok tak mengerti maksutnya “ok tidak apa apa pak sepanjang kesalahan saya bisa dimaafkan oleh guru itu,akan saya lakukan apapun yang diminta”.Kepala sekolah itu kembali tersenyum ,”tapi maukah ibu mengumpulkannya kembali dan tetap utuh?”.Ibu yang kerap menggunakan emosi itu menyahut ,’itu mustahil pak namanya,mana bisa saya mengumpulkan secara utuh kapas yang telah bertebangan itu”.Sambil menepuk pundak ibu itu Kepala sekolah berbisik ,”seperti itulah yang anda lakukan kepada guruitu ,menebar gosip dan fitnahnya terbang kemana kemana,dan anda sekarang kesulitan menariknya”.
Hari itu ibu Andi belajar
tentang isi Bantal.Bantal yang luarnya tertulis sebuah motivasi,dalamnya
mengandung filosofi yang kuat.Dan saat itu juga bantal seistimewa apapun tidak
mampu membuatnya tidur nyenyak.Galau dan menyesal.Suatu hari,Kepala Sekolah memanggil secara khusus Ibu Andi.Tanpa harus menginterograsi ,dia perlihatkan catatan rinci guru itu kepada Ibu dan ayahnya Andi.Dibacanya halaman sesuai tanggal ibu itu mendengar percakapan guru dan Andi tentang kelengkeng.”Tolong ibu baca dan ibu camkan,laporan dari guru itu begitu detail dan sistematis.Dia guru profesional yang mengerti kebutuhan,kesulitan ,dan solusi untuk anak ibu.”,perintah kepala sekolah.Tertulis disitu -Andi anak yang luar biasa,kesulitan memahami tulisan berapa angka,tapi logika verbalnya kuat,kemampaun ilustrasinya hebat,operasi matematika dipahaminya dengan menghitung kelengkeng,dan menggambarkan sebuah jambu dengan bagus dan menyenangkan.Saran untuk Andi,metode nya harus diajarkan dengan bercerita sambil dijelaskan tentang cara memahami simbol simbol angka,harus diasah kemampuan menggambarnya karena dia berbakat dan konsisten terhadap bentuk dan garis.Semoga Andi menjadi orang yang hebat karena kemauan bukan kecerdasan bawaan.Demikian saran di dalam buku khusus untuk andi.
Berlinanglah air mata ibu itu.Perasaan bersalah dan menyesal jadi satu.Sesenggrukan didada suaminya,dan merasa malu ada kepala sekolah di depannya.Kepala sekolah menyerahkan sebuah bantal kesayangan guru itu,bantal yang bertuliskan “siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil”.Kepala Sekolah itu berbicara,”bantal itu khusus diberikan untuk Andi,agar andi mengingat dan melakukan perintah sesuai tulisan itu,ini bantal kesayangan guru itu”.Semakin keras dan menjadi jadi tangis ibu.Dia meronta meronta ingin segera ke tempat guru anaknya untuk minta maaf,dan menyampaikan penyesalan.Dia merasa berdosa telah melakukan fitnah kepada guru itu.
Kepala sekolah itu berbicara,”mungkin beliau bisa memaafkan ibu,tapi untuk melupakannya saya gak janji bu.Coba ibu keluarkan isi kapas itu dari bantal itu.Lalu ibu jatuhkan ke bawah sana.Biarkan terbaran kemana mana karena tertiup angin”.Ibu itu melongok tak mengerti maksutnya “ok tidak apa apa pak sepanjang kesalahan saya bisa dimaafkan oleh guru itu,akan saya lakukan apapun yang diminta”.Kepala sekolah itu kembali tersenyum ,”tapi maukah ibu mengumpulkannya kembali dan tetap utuh?”.Ibu yang kerap menggunakan emosi itu menyahut ,’itu mustahil pak namanya,mana bisa saya mengumpulkan secara utuh kapas yang telah bertebangan itu”.Sambil menepuk pundak ibu itu Kepala sekolah berbisik ,”seperti itulah yang anda lakukan kepada guruitu ,menebar gosip dan fitnahnya terbang kemana kemana,dan anda sekarang kesulitan menariknya”.
Wawan Irianto
Kalikotes,26 April 2017
Kamis, 22 Desember 2016
Bukankah Ketidakcocokan itu Ada Sejak Dulu
Beberapa hari yang lalu.Tepatnya aku lupa.Tapi belum ada sebulan.Datang kepadaku teman lama yang umurnya 10 tahunan dibawah umurku.Berbeda dari tahun ketahun.Tak perlu kuceritakan penampilannya dan apa yang yang melekat ditubuhnya.Hanya dari wangi berklas saja aku simpulkan kawan aku ini mapan.
Hingga pada suatu ketika,setelah ngalor ngidul kita berbicara.Angin yang semilir karena hujan seharian telah jatuh,kawanku membuka omongan serius."Bro,aku ingin bercerai dengan istriku.......".Serasa hujan yang telah terhenti lama,tiba tiba ada petir susulan yang menggelegar di telingaku.Dahsyat.Efek kejut memang lebih terasa karena kita sering menduga hal hal tidak akan terjadi hanya karena tidak ada tanda tanda diawalnya.Aku mencoba bersikap tenang.Kupaksa tenang,biar temanku tetap menjaga ketenangan hatinya.Banyak hal aku paham lagunya kawanku ini.Untuk tetap jernih aku tidak akan membuat suatu manuver yg mengusik air hingga menjadi keruh.
"Kenapa bro?",tanyaku.Kawanku itu mematikan rokoknya yang belum lama disulut dengan menekannya ke dalam asbak.Dari cara mematikannya ada getar yang terlihat olehku.Ada keraguan dalam hati kawanku ini."Aku sudah tidak cocok dengan istriku bro",jawaban yang menurutku ngawur dan gampang dipatahkan.
Aku sedikit senyum.Dia lanjutkan lagi omongannya,"dia tidak menghargai aku sebagai laki laki sekaligus suaminya,aku merasa berjalan bersamannya tidak memeperlihatkanku sebagai seorang leader dimata anak buahku yang semua tampil modern dan fashionable".
Tawa atau rasa mutah mutahku ku tahan.Geli.Sambil kupersilakan minum.Aku mulai berbicara,"eh bro,kalau masalah tidak cocok aku sama istriku pun banyak yang tidak cocok.Namun apa iya karena tidak cocok trs bercerai.".Aku berusaha tidak memberi nasehat.Keliru takutnya.Hanya mencoba membandingkan saja."Sejak awal kita berkenalan dengan istri kita dulu pasti ditemukan hal hal yang tidak cocok.Namun tidak terlihat karena mata dan hati kita tertutup oleh rasa karena terpesona,cinta dan segala embel embelnya itu.Dan semua indah diwaktu itu.Tidak ada yang perlu dimasalahkan dengan segala tidak kecocokan itu".
Kawanku ini berkali kali meminum kopinya.Kopi dariku bukan kopi yang enak dan mahal,Hanya kopi hitam warungan yang dibeli,disedu,dan diantarkan ke tamunya oleh anakku didampingi istriku.Hanya perasaan grogi dan bimbang yang melakukan seperti itu.Aku tidak mengupas pernyataan lanjutan kawanku ini.Namun dengan iseng ku pancing dengan pertanyaan,"bro kamu punya gebetan lain apa?".Wajahnya tersipu.Tapi aku yakin bukan karena malu tersipunya.Cuma karena ia merasa dapat sebuah tempat tong sampah untuk menumpahkan sampah didadanya."iya bro......".
"Cobalah kilas balik tentang perasaanmu kepada gebetanmu dan istrimu pada awal awal perkenalanmu dulu.Pasti indah bukan.Namun sebetulnya itu ada perbedaan,bahkan banyak.Entah karena kesukaan,hobby,cara pandang tentang kehidupan,respon terhadap peristiwa sosial dan sebagainya dan sebagainya.Namun kamu tidak galau to bro",sambil kulirik kawanku itu."Kalaupun sekarang ada masalah ya karena kita mempersoalkannya baru sekarang,mengapa tidak dari dulu".Kulihat lagi dia meneguk kopinya.Kulihat hampir habis."Manusia dihinggapi rasa bosan terhadap apa apa yang ada dihadapinya,Dan rasa bosan yang akut dan tidak tertangani bisa jadi bola liar yang lari kemana mana.Kamu merasa pasangan berubahlah,tidak bisa mengikuti perkembanganlah,tidak lagi menarik".Lagi lagi dia meneguk kopinya yang tinggal sedikit.Lagi lagi bukan karena senang kopi,tapi saya yakin karena grogi.
"Bro,kita adalah sama sama lelaki.Apa yang kau rasakan adalah kurang lebih apa yang kurasakan".Kali ini kawanku manggut manggut."Masalahmu dengan gebetanmu adalah duplikasi dengan istrimu yang sekarang,perasaanmu akan sama nanti pada akhirnya.Gebetan jilid jilid berikutnya pasti akan tayang,kalau cara pandang kita terhadap pasangan adalah sama sepertimu.Bisa jadi lebih parah manakala pasangan berikutnya kita ini ada bad karakter yang tersembunyi."
"Apa yang kurang dengan istrimu.Dia dulu juga menarik.Wanita modern dijamannya.Punya karier.Demi ingin mempersembahkan anugrah anak, untukmu,dia rela meninggalkan semuanya.Sekarang anakmu tumbuh besar,pintar,tidak narkoba ,tidak terlbat geng motor.Semua pengorbanan istrimu yang sangat setia menjaga dan membimbingnya.Untuk tidur dia menunggu pulangmu dan lelap anakmu.Bersabar dan sendirian menjadi benteng ketika kamu membangun karier dengan tidak kenal waktu bekerja.Namun sekarang dengan azas tidak ada kecocokan kamu mau mencampakkannya.Kamu yakin dengan gebetanmu yang sekarang kamu bisa seperti ini.Apa malah mungkin kamu terperosok ke jurang.Suara dan gerak istrimu memang tidak selenjeh gebetanmu.Tapi aku yakin ibu yang terbaik memberikan suara dan gerak yang jadi pelecut suami untuk tampil gagah dan sebagai pelindung keluarganya.Aku yakin bro seyakin aku memandang kasusmu ini,semua hanya karena bagaimana kita menjaga nafsu".....Untuk kasusmu bro,kamu hanya nafsu".
"Bro,kalau ada yang salah dengan istri kita.Cari dulu apa yang salah dengan kita.Siapa tahu sumbernya justru dari kita .Kalau memang ada di istri kita,kita pemimpinnya,kita yang merperbaikinya.Kalau kita sdh ada surga kecil yang nyaman,mengapa kita berpikir hrs bangun tempat besar yang belum jelas jadi surga atau neraka.Sayangi istrimu seperti halnya kamu menghormati ibumu.Mungkin ibu kita tidak ada disisi kita ketika kita menjadi tua dan lemah,tapi istrilah yang setia mendampingi".Kulihat kawanku pandangannya kosong,sambil menempelkan mulutnya di gelas yang tinggal ampas kopinya.
"Bro,kopinya sdh habis itu.Biar dibuatkan lagi ya",tawaranku membuyarkan lamunannya.Dengan gelagapan dia menyahut,"eh....boleh,tapi gelasnya pakai ini ya",jawabnya.Aku tersenyum ini isyarat atau bukan,kita tak perlu mengganti gelas atau memecahkannya hanya karena disitu tinggal ampas kenangan.Kita hanya perlu mengganti isinya dan menyajikannya kembali dengan penuh kasih.Istriku kembali memberikan gelas yang telih terisi kopi yang baru."Ini bro,kita ternyata tak harus mengganti gelas untuk kopi yang baru.Sama halnya kita tidak perlu mengganti istri kita untuk kebahagiaan kita,kebanggaan anak anak terhadap orang tuanya,dan persiapan menghadapi perjalanan abadi kelak.Jadikan istri adalah tampungan segala kegembiraan kita,jadikan istri adalah ibu yang setia untuk menjaga kebahagian kita,dan jadikan istri adalah perhiasan yang indah dan menyejukkan hati".....
Aku tidak bisa menahan ketika kawanku pulang,seperti aku tidak bisa melarangnya berbuat sesuka hatinya.Hidup adalah pilihan.
Didedikasikan untuk peringatan hari Ibu,22 Desember 2015
Rumah Produksi Sambel Welut Tjap Tugu Djogja
Wawan Irianto
Beberapa hari yang lalu.Tepatnya aku lupa.Tapi belum ada sebulan.Datang kepadaku teman lama yang umurnya 10 tahunan dibawah umurku.Berbeda dari tahun ketahun.Tak perlu kuceritakan penampilannya dan apa yang yang melekat ditubuhnya.Hanya dari wangi berklas saja aku simpulkan kawan aku ini mapan.
Hingga pada suatu ketika,setelah ngalor ngidul kita berbicara.Angin yang semilir karena hujan seharian telah jatuh,kawanku membuka omongan serius."Bro,aku ingin bercerai dengan istriku.......".Serasa hujan yang telah terhenti lama,tiba tiba ada petir susulan yang menggelegar di telingaku.Dahsyat.Efek kejut memang lebih terasa karena kita sering menduga hal hal tidak akan terjadi hanya karena tidak ada tanda tanda diawalnya.Aku mencoba bersikap tenang.Kupaksa tenang,biar temanku tetap menjaga ketenangan hatinya.Banyak hal aku paham lagunya kawanku ini.Untuk tetap jernih aku tidak akan membuat suatu manuver yg mengusik air hingga menjadi keruh.
"Kenapa bro?",tanyaku.Kawanku itu mematikan rokoknya yang belum lama disulut dengan menekannya ke dalam asbak.Dari cara mematikannya ada getar yang terlihat olehku.Ada keraguan dalam hati kawanku ini."Aku sudah tidak cocok dengan istriku bro",jawaban yang menurutku ngawur dan gampang dipatahkan.
Aku sedikit senyum.Dia lanjutkan lagi omongannya,"dia tidak menghargai aku sebagai laki laki sekaligus suaminya,aku merasa berjalan bersamannya tidak memeperlihatkanku sebagai seorang leader dimata anak buahku yang semua tampil modern dan fashionable".
Tawa atau rasa mutah mutahku ku tahan.Geli.Sambil kupersilakan minum.Aku mulai berbicara,"eh bro,kalau masalah tidak cocok aku sama istriku pun banyak yang tidak cocok.Namun apa iya karena tidak cocok trs bercerai.".Aku berusaha tidak memberi nasehat.Keliru takutnya.Hanya mencoba membandingkan saja."Sejak awal kita berkenalan dengan istri kita dulu pasti ditemukan hal hal yang tidak cocok.Namun tidak terlihat karena mata dan hati kita tertutup oleh rasa karena terpesona,cinta dan segala embel embelnya itu.Dan semua indah diwaktu itu.Tidak ada yang perlu dimasalahkan dengan segala tidak kecocokan itu".
Kawanku ini berkali kali meminum kopinya.Kopi dariku bukan kopi yang enak dan mahal,Hanya kopi hitam warungan yang dibeli,disedu,dan diantarkan ke tamunya oleh anakku didampingi istriku.Hanya perasaan grogi dan bimbang yang melakukan seperti itu.Aku tidak mengupas pernyataan lanjutan kawanku ini.Namun dengan iseng ku pancing dengan pertanyaan,"bro kamu punya gebetan lain apa?".Wajahnya tersipu.Tapi aku yakin bukan karena malu tersipunya.Cuma karena ia merasa dapat sebuah tempat tong sampah untuk menumpahkan sampah didadanya."iya bro......".
"Cobalah kilas balik tentang perasaanmu kepada gebetanmu dan istrimu pada awal awal perkenalanmu dulu.Pasti indah bukan.Namun sebetulnya itu ada perbedaan,bahkan banyak.Entah karena kesukaan,hobby,cara pandang tentang kehidupan,respon terhadap peristiwa sosial dan sebagainya dan sebagainya.Namun kamu tidak galau to bro",sambil kulirik kawanku itu."Kalaupun sekarang ada masalah ya karena kita mempersoalkannya baru sekarang,mengapa tidak dari dulu".Kulihat lagi dia meneguk kopinya.Kulihat hampir habis."Manusia dihinggapi rasa bosan terhadap apa apa yang ada dihadapinya,Dan rasa bosan yang akut dan tidak tertangani bisa jadi bola liar yang lari kemana mana.Kamu merasa pasangan berubahlah,tidak bisa mengikuti perkembanganlah,tidak lagi menarik".Lagi lagi dia meneguk kopinya yang tinggal sedikit.Lagi lagi bukan karena senang kopi,tapi saya yakin karena grogi.
"Bro,kita adalah sama sama lelaki.Apa yang kau rasakan adalah kurang lebih apa yang kurasakan".Kali ini kawanku manggut manggut."Masalahmu dengan gebetanmu adalah duplikasi dengan istrimu yang sekarang,perasaanmu akan sama nanti pada akhirnya.Gebetan jilid jilid berikutnya pasti akan tayang,kalau cara pandang kita terhadap pasangan adalah sama sepertimu.Bisa jadi lebih parah manakala pasangan berikutnya kita ini ada bad karakter yang tersembunyi."
"Apa yang kurang dengan istrimu.Dia dulu juga menarik.Wanita modern dijamannya.Punya karier.Demi ingin mempersembahkan anugrah anak, untukmu,dia rela meninggalkan semuanya.Sekarang anakmu tumbuh besar,pintar,tidak narkoba ,tidak terlbat geng motor.Semua pengorbanan istrimu yang sangat setia menjaga dan membimbingnya.Untuk tidur dia menunggu pulangmu dan lelap anakmu.Bersabar dan sendirian menjadi benteng ketika kamu membangun karier dengan tidak kenal waktu bekerja.Namun sekarang dengan azas tidak ada kecocokan kamu mau mencampakkannya.Kamu yakin dengan gebetanmu yang sekarang kamu bisa seperti ini.Apa malah mungkin kamu terperosok ke jurang.Suara dan gerak istrimu memang tidak selenjeh gebetanmu.Tapi aku yakin ibu yang terbaik memberikan suara dan gerak yang jadi pelecut suami untuk tampil gagah dan sebagai pelindung keluarganya.Aku yakin bro seyakin aku memandang kasusmu ini,semua hanya karena bagaimana kita menjaga nafsu".....Untuk kasusmu bro,kamu hanya nafsu".
"Bro,kalau ada yang salah dengan istri kita.Cari dulu apa yang salah dengan kita.Siapa tahu sumbernya justru dari kita .Kalau memang ada di istri kita,kita pemimpinnya,kita yang merperbaikinya.Kalau kita sdh ada surga kecil yang nyaman,mengapa kita berpikir hrs bangun tempat besar yang belum jelas jadi surga atau neraka.Sayangi istrimu seperti halnya kamu menghormati ibumu.Mungkin ibu kita tidak ada disisi kita ketika kita menjadi tua dan lemah,tapi istrilah yang setia mendampingi".Kulihat kawanku pandangannya kosong,sambil menempelkan mulutnya di gelas yang tinggal ampas kopinya.
"Bro,kopinya sdh habis itu.Biar dibuatkan lagi ya",tawaranku membuyarkan lamunannya.Dengan gelagapan dia menyahut,"eh....boleh,tapi gelasnya pakai ini ya",jawabnya.Aku tersenyum ini isyarat atau bukan,kita tak perlu mengganti gelas atau memecahkannya hanya karena disitu tinggal ampas kenangan.Kita hanya perlu mengganti isinya dan menyajikannya kembali dengan penuh kasih.Istriku kembali memberikan gelas yang telih terisi kopi yang baru."Ini bro,kita ternyata tak harus mengganti gelas untuk kopi yang baru.Sama halnya kita tidak perlu mengganti istri kita untuk kebahagiaan kita,kebanggaan anak anak terhadap orang tuanya,dan persiapan menghadapi perjalanan abadi kelak.Jadikan istri adalah tampungan segala kegembiraan kita,jadikan istri adalah ibu yang setia untuk menjaga kebahagian kita,dan jadikan istri adalah perhiasan yang indah dan menyejukkan hati".....
Aku tidak bisa menahan ketika kawanku pulang,seperti aku tidak bisa melarangnya berbuat sesuka hatinya.Hidup adalah pilihan.
Didedikasikan untuk peringatan hari Ibu,22 Desember 2015
Rumah Produksi Sambel Welut Tjap Tugu Djogja
Wawan Irianto
Sabtu, 25 Juni 2016
Jangan Nilai Aku Dengan Pakaianku
Ku hentikan laju sepeda motorku di sebuah mesjid di perbatasan kotaku dengan kabupaten sebelah.Terdengar adzan.Saatnya untuk selalu memenuhi panggilannya.Jaket jeans yang tidak begitu lusuh kulepas dan kusandarkan di stang kemudi,menutup helm yang sebelumnya kucantelkan dikaca spion.Sesaat kemudian ku berjalan ke serambi mesjid,dan segera duduk.Tarik nafas panjang.Sembari melihat sekeliling.Beberapa mata memandang agak aneh.Dipikirnya monster aku ini.Dari pakaiannya jelas berbeda denganku.Aku hanya pakai kaos ketat,celana jeans kesukaanku,dan sepatu boot kulit.Sedang mereka pakai jubah panjang,celana kain yang tidak menutup mata kaki.berkopiah dan berjanggut.
Kamis, 21 April 2016
Jadilah Pejuang Kemanusiaan Anak anakku
Setiap kali melihat kedua
jagoanku,ada perasaan luarbiasa betapa beruntungnya saya punya
keduanya.Kehadiran mereka yang ditandai waktu waktu yang relatif lama dalam
penantian dan upaya upaya yang rumit dan tuntas merogoh kocek kami,membuat
kesenangan hati ini berlipat lipat.
M E N G A B A D I K AN K E B A I K A N
Ada beberapa teman yang
harus mengeluarkan uang sekitar 30-60 ribu untk bisa melenggang dikawasan 3 in
1 di beberapa ruas di Jakarta di jam jam tertentu di hari selain Sabtu dan
Minggu.Dilakukan karena alasan praktis utk menghindar macet dan memburu
waktu,sementara aturan kendaraan berpenumpang minimal 3 orang,tidak dipenuhi
beberapa kawan tersebut yang selalu sendirian.Uang tersebut diberikan kepada
joki joki yang telah antri di mulut jalan.Dan selalu begitu.
Langganan:
Komentar (Atom)






