Setiap kali melihat kedua
jagoanku,ada perasaan luarbiasa betapa beruntungnya saya punya
keduanya.Kehadiran mereka yang ditandai waktu waktu yang relatif lama dalam
penantian dan upaya upaya yang rumit dan tuntas merogoh kocek kami,membuat
kesenangan hati ini berlipat lipat.
Airmata,perasaan
tertekan,capek karena harus berburu alternatif seakan jadi bumbu puncak bahagia
saat ini.Kami orang tuanya merasa tidak ada yang salah dengan rencana
Tuhan.Kami tak takut pada saat mereka besar dan butuh biaya banyak,kami orang
tuanya mulai menua dan lemah.Rencana Tuhan tak pernah salah.Yang sering salah
adalah kita tidak mengimaninya.
Kini yang besar tumbuh jadi
anak yang sederhana,dan pemalu.Dan yang kecil lewat upaya rumit di sebuah
klinik fertilisasi di Solo,dan lahirnya harus dicesar.Yang kecil tumbuh dangan
pemberian ASI eksklusif,berbeda dengan kakaknya yang tidak memperolehnya.Hal
hal begini kami sampaikan kepada yang besar untuk tidak
dicemburui.Alhamdulillah bisa menerima dan sayangnya dahsyat seorang kakak
kepada adik.
Banyak perilaku teladan
yang diberikan kakaknya terhadap adiknya,sampai kami terharu melihatnya.Mulai
dari adiknya lahir didunia ini.Kakaknya yang pertama kali menceboki ketika
adiknya BAB.Di tengah malam,tidak jijik,menahan ngantuk,dan ingin ibunya yang
masih kesakitan habis operasi cesar dan bapaknya bisa istirahat.Airmata kami
deras sekali jatuhnya.Sampai sekarang itu dilakukannya manakala kami sedang repot
mempersiapkan yang lainnya.
Pernah pada suatu ketika
pagi,waktu dia sarapan,ibunya pas mempersiapkan bekal untuknya,saya sedang
mengemas produk jualan kami yang mau dikirim,adiknya terdengar menangis,sedang
BAB ternyata.Dengan sigap kakaknya mengurusnya,membersihkannya,detail sekali
,dan menggantikan popoknya....beres,dan ia kembali melanjutkannya
sarapannya.Terharu dan menyesal rasanya.Menyesal kadang saya membentak dan
memperlakukan dengan kasar.Tubuhnya yang kurus dan rintihannya yang mohon ampun
kadang tertutup oleh rasa kesal saya.Sebagai anak anak kenakalan dan
perbuatannya sering bikin jengkel.Mohon maaf bapakmu ini ya mas.
Seusai keadaan,kami
mendidik anak untuk bisa mandiri.Kami kadang bawain dagangan yang kami
punya.Kue produk ibunya.Atau sambel welut .Awalnya malu.Saya terus motivasi dia
,pengusaha semacam CT,JK,dan yang lainnya berawal dari menahan rasa malu.Mereka
berdagang di usia yang sangat muda.Jangan dipikir laku atau tidak,yang penting
tawarkan.Semua adalah ihktiar,jangan mikir hasilnya dulu.Sehingga temannya pada
ngerti kalau butuh kue dan sambel ,anakku yang besar ini dapat
pesanan.Alhamdulillah proses branding telah berhasil.
Uang hasil penjualan dengan
disiplin diberikan kepada kami.Kami buatkan tabungan sendiri.Bukunya kami
pegang.Segala uang yang dia terima baik karena hasil menjual,pemberian
kerabat,nenek,teman teman orang tuanya dia kumpulin dan dimasukkan ke tabungan.
Hingga suatu hari,dia
memberanikan diri kepada ibunya ,mau ambil tabungan untuk beli gadget.Alesannya
biar kalau pulang tinggal sms atau call,tidak terlambat yang
jemput.Heheheh....alasan yang dibuat buat dan tidak urgent.Kami tahu ini hanya
karena pingin seperti teman2nys yang sudah pada punya.Bisa ngegame bisa bikin
group,bisa eksis di medsos.Yah anak anak seusia anak kami yang besar memang
sudah banyak yang dipegangi HP sama ortunya.
"Mas kalau hanya
masalah pulang,atau pas antar jemput,bapak ibu Insya Allah bisa on time,jangan
kuatir.Jangan buat buat alasan untuk bisa membeli HP ya.Kamu pasti mau
ngegame.Kamu blm waktunya pakai HP,bisa terpengaruh hal hal jelek yang ada di
konten internet.Ingat uang tabungannya mas itu untuk persiapan
sekolah,bla..bla...dst.",demikian pidato ibunya.
Tidak ada perlawanan dari
anakku.Hanya kulihat wajah kecewanya.Memelas.Tapi kami tidak boleh kalah oleh
hal hal yang demikian.Sepanjang tidak urgent dan kebetulan mahal ,kami
bersikukuh untuk bertahan.Kami bukan orang pelit,tapi kami ingin menghargai
segala susah payah kami dengal hal hal yang penting dan mendesak.
Hingga suatu saat ,anakku
murung sehabis pualang sekolah.Mengurung diri dikamar.Ditanyain ibunya katanya
agak tidak enak badan.Aku masuk ke kamarnya,"Mas ada sesuatu yang
disembunyikan ya,terus terang sama bapak dong,siapa tahu bapak bisa
bantu.".Anakku menatap saya,"Pak,untuk tabungan,itu kan saya yang
nabung,berarti itu uang saya ya pak?".Saya mengangguk sambil berpikir
antisipasi cari alasan kalau dia minta dibelikan gadget lagi,"iya,kenapa
mas?".Anakku menjawab,"kalau saya ambil sedikit boleh?".Saya
tercenung dan lama memberi respon,kelihatan keberatan.Anakku meneruskan kata
katanya," ya udahlah pak kalau begitu,kalau kemarin tdk beli HP tidak
diijinkan,tapi ini mosok saya mau nraktir teman teman,gantian pak,saya sering
ditraktir.....hanya 100 ribu saja utk beli bakso ber 6"........deg serasa
palu godam menimpaiku.
"Nak ,kami orang tuamu
melarang kamu utk hal hal yang boros dan tidak penting.Kami menjagamu agar
hemat dan tidak cinta dunia.Untuk hal hal kesetiaan,toleransi,menolong yang
lemah,bapak dan ibu dengan segala keterbatasan akan bantu kamu seluas
luasnya".Saya ulurkan 100 ribu dari penjualan sambel hari ini,"boleh
kamu traktir temanmu,ini uangnya,bapak besok tinggal ambil ditabunganmu 100
ribu ya".
Ya Allah,bantu kami
mendidik anak kami dengan kesederhaan.Bantu kami mengajarinya tentang
kesetiaan.Bimbing anak kami punya empati pada yang lemah.Ajari kami mendidik
anak jadi bijak menyikapi perbedaan.Ya Allah beri kami umur panjang yang sehat
dan berkah untuk menyaksikan anak anak kami menjadi pejuang kemanusiaan yang
tangguh dan rendah hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar