Di sebuah teras suatu sore.Bersiaplah seorang bapak dan bocah laki laki
umuran 10 tahun.Dari pakaiannya mereka mau datang sebuah pengajian.Pakai baju
koko dan kopiah.Sang bapak mengeluarkan sepeda motor.Sang anak mengikutinya
dari belakang.Motor mulai dinyalakan mesinnya.Siap berangkat.Tapi tiba tiba
melintas seorang tetangganya,pasangan suami istri, dan anaknya yang berumur 3
tahun.Sang suami menuntun motornya,yang istri menggendong
anaknya mengikuti dari belakang.
"Lho kenapa motornya dituntun mas?", tanya bapak itu.Suami muda
itu segera menjawab," ndak tahu pak,tiba tiba mesinnya mogok dan susah
dihidupin.Yah maklumlah motor tua pak".Sambil senyum bapak itu bertanya
lagi,"padahal ini mau kemana?".Suami istri itu pandang-pandangan,ada
keraguan menjawabnya.Namun istri itu menjawab," Kami mau ke gereja
pak,sore ini misa natal,tapi kayaknya tidak jadi berangkat kok pak,kalau harus
kebengkel tidak keburu waktunya".
Bapak berkopiah itu tersenyum," pakai motor saya
saja,monggo.".Sepasang suami istri berpandang pandangan lagi.Ini moment
spesial bagi mereka,sayang kalau melewatkan."Terus bapak tidak jadi pergi
dong pak,kami jadi bikin susah".Bapak itu senyum cerah,"kami
gampang,...sdh sana sgr berangkat.".Akhirnya sepasang suami istri dan anak
dalam gendongan itu berangkat dengan suka cita.Motor yang mogok ditinggal dan
dimasukkan ke dalam teras rumah bapak berkopiah.
Anaknya bertanya,"pak kok motor kita dipinjamkan.kita pakai
apa?".Sambil mengajaknya duduk bapak itu berkata,"bentar lagi Allah
lewat kuasanya akan mengirimkan teman bapak menjemput kita.bapak barusan
sms,dan sudah mau sampai disini".Anaknya tetap penasaran dengan tindakan
bapaknya,"tapi tadi om itu mau ke gereja...beda dengan kita".
Bapak itu sambil memegang pundak anaknya,"nak nanti itu kita datang ke
sebuah kajian tentang cinta kasih dan toleran terhadap sesama.Kita telah
mengamalkannya.Memberikan kegembiraan pada orang yang yang berbeda dengan
kita,bagi bapak sudah bentuk toleransi.Merasa hidup kita berguna bagi orang
lain,bagi bapak juga hentuk toleransi.Toleransi tidak harus dikatakan sbg
ucapan ataupun mengikuti ritual,tapi tindakan tindakan kecil tapi menyejukkan
orang lain dan itu nyata ,bukan kata kata".
Tak lama kemudian datang sebuah mobil bagus ,rupanya teman bapak berkopiah
itu datang menghampiri."Ayo nak kita nebeng om itu beliau juga mau
berangkat ke acara kita".Anak itu senang sekali dapat kesempatan naik
mobil yang bagus."Nak janji Allah tak pernah meleset,setiap apapun yang
kita berikan kepada orang lain dengan ikhlas,Allah melipatkan
gantinya........kita minjemin motor sebagai gantinya kita nebeng mobil
bagus..hehe.
25 Desember 2015,rumah produksi sambel welut tjap tugu jogja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar