Senin, 04 April 2016

Toleransi tidak hanya Cukup Kata.Tapi Upaya





Di sebuah teras suatu sore.Bersiaplah seorang bapak dan bocah laki laki umuran 10 tahun.Dari pakaiannya mereka mau datang sebuah pengajian.Pakai baju koko dan kopiah.Sang bapak mengeluarkan sepeda motor.Sang anak mengikutinya dari belakang.Motor mulai dinyalakan mesinnya.Siap berangkat.Tapi tiba tiba melintas seorang tetangganya,pasangan suami istri, dan anaknya yang berumur 3 tahun.Sang suami menuntun motornya,yang istri menggendong anaknya mengikuti dari belakang.




"Lho kenapa motornya dituntun mas?", tanya bapak itu.Suami muda itu segera menjawab," ndak tahu pak,tiba tiba mesinnya mogok dan susah dihidupin.Yah maklumlah motor tua pak".Sambil senyum bapak itu bertanya lagi,"padahal ini mau kemana?".Suami istri itu pandang-pandangan,ada keraguan menjawabnya.Namun istri itu menjawab," Kami mau ke gereja pak,sore ini misa natal,tapi kayaknya tidak jadi berangkat kok pak,kalau harus kebengkel tidak keburu waktunya".


Bapak berkopiah itu tersenyum," pakai motor saya saja,monggo.".Sepasang suami istri berpandang pandangan lagi.Ini moment spesial bagi mereka,sayang kalau melewatkan."Terus bapak tidak jadi pergi dong pak,kami jadi bikin susah".Bapak itu senyum cerah,"kami gampang,...sdh sana sgr berangkat.".Akhirnya sepasang suami istri dan anak dalam gendongan itu berangkat dengan suka cita.Motor yang mogok ditinggal dan dimasukkan ke dalam teras rumah bapak berkopiah.


Anaknya bertanya,"pak kok motor kita dipinjamkan.kita pakai apa?".Sambil mengajaknya duduk bapak itu berkata,"bentar lagi Allah lewat kuasanya akan mengirimkan teman bapak menjemput kita.bapak barusan sms,dan sudah mau sampai disini".Anaknya tetap penasaran dengan tindakan bapaknya,"tapi tadi om itu mau ke gereja...beda dengan kita".


Bapak itu sambil memegang pundak anaknya,"nak nanti itu kita datang ke sebuah kajian tentang cinta kasih dan toleran terhadap sesama.Kita telah mengamalkannya.Memberikan kegembiraan pada orang yang yang berbeda dengan kita,bagi bapak sudah bentuk toleransi.Merasa hidup kita berguna bagi orang lain,bagi bapak juga hentuk toleransi.Toleransi tidak harus dikatakan sbg ucapan ataupun mengikuti ritual,tapi tindakan tindakan kecil tapi menyejukkan orang lain dan itu nyata ,bukan kata kata".


Tak lama kemudian datang sebuah mobil bagus ,rupanya teman bapak berkopiah itu datang menghampiri."Ayo nak kita nebeng om itu beliau juga mau berangkat ke acara kita".Anak itu senang sekali dapat kesempatan naik mobil yang bagus."Nak janji Allah tak pernah meleset,setiap apapun yang kita berikan kepada orang lain dengan ikhlas,Allah melipatkan gantinya........kita minjemin motor sebagai gantinya kita nebeng mobil bagus..hehe.
25 Desember 2015,rumah produksi sambel welut tjap tugu jogja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar