Sabtu, 02 April 2016

Bapak yang Baik Adalah yang Bisa Menjaga Perasaan Anaknya



Pagi itu terasa berbeda dengan hari-hari biasa.Banyak hal yang tidak biasa kukerjakan di pagi hari,kulakukan di pagi itu.Sholat subuh jamaah,mencuci motor,menyapu dan mengepel lantai.Tapi sebaliknya ada hal yang kulakukan jadi tidak kulakukan di pagi itu.On line di depan computer untuk sekedar lihat status di facebook,melihat hiruk pikuk berita kasus korupsi di negeri ini,dan sekedar melihat hasil skore liga Eropa jadi terlewatkan.Hari itu ibu bapakku rawuh dan tidur di rumahku semalam.Memang sebelumnya aku “suruh” mereka dolan ke rumah,sekedar untuk pamer bahwa rumahku sudah dipasang plafon.Mungkin hal ini bisa jadi sesuatu yang remeh bagi orang lain.Tapi bagi kami hal yang demikian sesuatu yang luar biasa untuk disyukuri.Alhamdulillah plafon itu tdk saja menjadikan rumah kami jadi rapi.Lebih dari itu plafon memberikan filosofi,bahwa kami harus dibatasi untuk selalu melihat ke atas.Jadi kami merasakan nikmatnya bersyukur.


 
Aku sebetulnya melakukan kebohongan pada hari itu.Apa yang kukerjakan hanya sekedar untuk menunjukkan kepada ibuku bahwa betapa aku biasa membantu pekerjaan rumah istriku.Memang aku dimarahi ibuku kalau ketahuan istriku sendirian mengerjakan tugas2 berat itu.
Hari itu pas kebetulan hari dimana aku dapat undangan untuk rapat POMG,Pertemuan Orang tua Murid dan Guru di sekolah anakku.Oleh istriku aku yang disuruh mewakilinya,karena istriku ada keperluan penggalangan dana untuk pengembangan TPA,Taman Pendidikan Qur’an.Kegiatan jauh dari upaya mengejar duniawi.Tidak ada keuntungan financial bagi keluarga kami ,tetapi kepuasan batin dan mengharap ridhlo Alloh yang kami harap.

 
Sebetulnya malas untuk hadir di acara tersebut.Paling itu itu saja yang dibahas,pikirku.Tentang kemajuan anak,kegiatan sekolah,dan lainnya yang menurutku tidak hadirpun tidak masalah.”Bu aku nanti mungkin nggak datang acara itu.Kalaupun datang nanti terlambat”,seruku pada istriku.”Lho pak memang ada acara apa to kok nggak bisa datang?”,tanya istriku.”Tidak ada acara sih ,cuma malas saja”,sekenaku menjawab.Rupanya bapakku mendengar percakapan kami dan mengetahui semua permasalahannya karena beliau sempat membaca kertas stensilan sebagai undangan acara POMG itu.

 
Kebetulan bapakku juga habis membaca buletin gratis dari sebuah institusi pengelola Zakat , shodaqoh dan infaq yang dibagikan secara regular untuk membernya.”Coba kamu baca “,pintanya sambil menunjukkan halaman yang sudah ditandai.Walau pernah kubaca akhirnya tetap kubaca juga.Di situ di kisahkan,Rasululloh pernah kedatangan tamu wanita non muslimah.Tamu tersebut membawa beberapa buah limau .Oleh Rosululloh satu persatu dimakan oleh Rosululloh.Kelihatan sangat menikmati,mungkin rasa buah limau itu sangat manis dan lezat.Sampai habis limau itu.Tak ada yang tersisa 1 pun untuk beberapa sahabat yang kebetulan ada di tempat itu.Karena keperluannya telah selesai tamu itu mohon pamit kepada Rosululloh dan beberapa sahabat .Sahabat yang sejak tadi memperhatikan rosululloh menikmati limau tanpa menawarkan kepada yang lain akhirnya angkat bicara,”Ya Rosululloh mengapa hari ini ada yang berbeda dengan dirimu ya Rosul?”.,”Biasanya memberikan kepada orang lain suatu makanan,dan Engkau baru makan jika yang lain sudah terbagi rata,namun kali ini Engkau habiskan sendiri buah limau tadi?”,para sahabat menanyakan sikap Rosululloh itu.Kemudian dengan tersenyum Rosululloh menjawab,”tidakkah kalian mendengar bahwa orang tadi datang kesini khusus memberikan buah limau itu kepadaku.Sebagai penghormatan dan untuk membuatnya lega aku makan buah limau itu dihadapannya.Mengapa aku habiskan semua dan aku tunjukkan kalau aku menikmati sekali buah itu tanpa membagi untuk kalian?.Ketahuilah bahwa buah limau tadi rasanya masam.Aku kawatir jika diantara kalian ada yang ikut makan,kalian tidak bisa menyembunyikan perasaan kalian,kalian akan mengernyitkan dahi kalian.Dan sesungguhnya hal demikian akan membuat malu wanita itu”.Begitu santun rosul memperlakukan orang demi menjaga perasaan orang lain.

 
Aku paham dengan hikmah dibalik kisah itu.Begitu indah ajaran rosul untuk kita.Namun aku tak paham mengapa bapakku menunjukkan kisah itu,pada saat melihat kemalasanku untuk hadir di acara POMG sekolah anakku.Aku tanyakan,”Lho pak hubungannya semua ini?”.Sambil duduk bapakku memulai pembicaraan,”Apakah anakmu ada masalah di sekolah?”.Aku jawab dengan gelengan.”Apakah kamu belum menyelesaikan masalah administrasi sekolah?”.Kucoba mengingat akhirnya kujawab dengan gelengan kepala lagi.Aku semakin penasaran dengan pertanyaan bapakku tadi.Semakin kujawab rasanya semakin tidak ada hubungannya dengan permasalahanku.

 
Aku mencoba meraba kearah mana bapak.Hingga lamunanku pecah oleh perkataan bapak,”Harusnya kamu lebih membusungkan dada untuk bisa datang di sekolah anakmu.Karena tidak ada permasalahan serius tentang sekolahnya.Kalaupun ada di acara tersebut kamu bisa menyelesaikannya”.Tambah bingung lagi aku mendengarnya.Bapakku mulai lagi bicara,”Maaf ya sebelumnya,bukan berarti aku mengungkit ungkit tentang masa pada waktu kau sekolah dulu.Ini sekedar kutunjukkan bahwa sebagai orang tua kita harus bertanggung jawab dengan semua permasalahan anak kita,salah satunya tentang sekolahnya”.Kulihat bapak menarik nafas panjang kelihatan sangat berat untuk mengungkapkan suatu cerita.”Bapakmu dulu kalau dapat undangan rapat,ambil rapot atau apapun disekolahmu,bapak ini paling duluan datangnya.Sejam dari jam undangan bapak sudah menemui bagian administrasi atau guru kelasmu.Ingatkah aturan di sekolahmu dulu kalau belum menyelesaikan biaya administrasi ,kamu pasti dikirimi surat pemberitahuan dan tidak boleh terima rapot sebelum semuanya diselesaikan?”.Ku coba mengingat sejenak,”tapi aku nggak pernah dikasih surat dan rapot saya nggak pernah ditahan”,jawabku.Bapakku menatapku,”Ya itulah yang akan aku ceritakan padamu.Sebelumnya aku memang pernah bikin komitmen sama pihak sekolah,bahwa urusan kamu adalah belajar dan belajar.Untuk masalah uang gedung,sumbangan,dan uang SPP adalah urusan bapak.Dan kebetulan dengan gaji yang pas-pasan waktu itu,urusan pembayaran selalu jadi masalah,terutama menyangkut ketepatan waktu”.Aku kaget karena ini cerita yang baru aku dengar setelah aku setua ini.Namun kekagetanku tak berlangsung lama karena bapakku mulai cerita lagi.”Bapak tidak mau kamu terganggu belajarnya karena urusan pembayaran yang belum selesai.Bapak tidak malu memohon untuk minta keringanan dan penundaan pembayaran.Setiap kali bapak bisa mengumpulkan uang bapak diam2 tanpa kamu tahu bapak membayar biaya sekolahmu dengan cara mencicil.Bapak ingin kau tetap nyaman dan tidak malu di sekolah.Apapun bapak lakukan untuk kamu.termasuk datang di awal jam sebelum rapat dengan orang tua murid,untuk memohon kamu dapat terima rapot,karena waktu itu biaya sekolah kamu belum beres.Ternyata pihak sekolah selalu bijak,karena sebelumnya ada komunikasi yang baik antara bapak dan pihak sekolah.Kamu tetap bisa terima rapot seperti teman yang lain yang tidak bermasalah di dalam pembayarannya.Dan kamu gembira.Rasanya bapak waktu bahagia sekali ,karena kamu gembira,dan tidak tahu permasahan yang sebenarnya.Inilah tugas seorang bapak nak.Jangan pernah merasa terpaksa kalau sudah menyangkut kepentingan dan kebahagiaan anak.Datanglah ke rapat itu dengan gembira.Bahagiakan anakmu dengan tanggung jawabmu,”Bapak terbata bata di akhir ceritanya.Tak terasa disudut dua mataku mengalir air mata.

 
Aku sembunyi di kamar,tidak ada yang tahu selain bapakku.Sesenggrukan aku menangis.Haru,merasa bersalah,kasian sama bapak,dan penyesalan jadi satu.Bapak terimakasih ya.Engkau simpan rahasia ini berpuluh puluh tahun.Kau tekan perasaanmu utk tidak malu di sebagian besar umurmu demi kebahagiaan anakmu.Kau buka rahasia ini agar aku bisa bertindak yang sama untuk anakku,ya cucumu.Terimakasih bapak.

 
Mungkin kisah rosululloh itu belum pernah dibaca bapak waktu dulu.Tapi bapak piawai sekedar mencontoh perilaku Rosululloh,yaitu menjaga perasaan orang lain.Seketika itu aku siap berangkat ke pertemuan POMG di sekolah anakku.Ya Alloh begitu indah ajaran dan mulianya utusanMU,dan begitu bijak umatmu yang tercipta di diri bapakku.Wallahualambishowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar