Pernahkah anda diundang untuk menguhadiri
acara pelepasan haji.Apakah niat anda disana.Pengajiankah?.Atau minta didoakan sang calon haji agar tujuan dan cita- cita anda diijabah Allah .Ini pengalaman beberapa orang yang telah mendatangi acara tersebut.Saya ceritakan dalam sebuah cerita.
acara pelepasan haji.Apakah niat anda disana.Pengajiankah?.Atau minta didoakan sang calon haji agar tujuan dan cita- cita anda diijabah Allah .Ini pengalaman beberapa orang yang telah mendatangi acara tersebut.Saya ceritakan dalam sebuah cerita.
Kursi dan meja telah ditata rapi.Berjejer di bawah naungan beberapa tenda
yang didirikan.Di ujung jalan masuk,sebuah gang di pemukiman terdapat banner
yang direntangkan.Seolah melepas seseorang yang bakal pergi.Bertuliskan selamat
kepada sepasang suami istri yang mau menunaikan ibadah haji di Mekah
Madinah.Terlihat di depan namanya belum bertambah huruf "H" dan
"Hj".
Satu jam sebelumnya.Sepasang suami istri tengah berjalan.Si suami menuntun
sepeda motornya.Istri sembari menenteng kardus mie instan berjalan
mengikutinya.Rupannya bocor ban belakangnya.Di pagi yang sudah cukup
terik,mestinya sesuatu yang tidak mengenakkan hati.Tapi keliatan tenang dan
ikhlas suami itu melakukannya.Mungkin sdh kebayang sebentar lagi akan segera
ketemu tukang tambal ban.
Tibalah mereka sepasang suami istri itu kepada tukang tambal ban.Sudah ada
yang mengantri.Setelah ngobrol sebentar,oleh tukang ban sepasang suami istri
itu dipersilakan duduk.Di sebuah tempat duduk yang terbuat dari beberapa
papan.Satu ujungnya disandarkan dengan rakitan bambu yang dijadikan
penyangga.Ujung yang lain disandarkan dengan pohon waru yang kira2 berumur 10
tahun.Begitu rindang.Semilir angin membuat sepasang suami istri lepas dari
terik panas pagi.
"Alhamdulillah ya bu,kita bocornya tidak jauh dari tukang
ban,"suami membuka percakapan.Tentu ini kata kata penghibur untuk istrinya
yang sudah kelihatan galau.Istri yang jujur dan apa adanya,merasa suaminya
telah melakukan "penipuan".Sampai mandi keringat dan make up
murahannya pada luntur,kok dikatakan masih beruntung."Dasar bapak itu gak
mau salah,tadi kan ibu ingatkan,tambah dulu itu udara di ban yang sudah
keliatan kempes,eh bapak yang ngeyel".Rupanya si istri agak geregetan
juga.Suaminyanya cuma tersenyum,dan memohon maaf."Mudah mudahan kita nanti
bisa didoakan bisa nyusul pak dan bu Somad ya bu,bisa ketanah suci".Istrinya
sambil mererawang jauh bergumam,"Aamiin pak".Suaminya tersenyum
,kegalauan hati istrinya tak luput dari perhatiannya.Dipegang pundak istri yang
dinikahi selama 16 tahun itu,"Jangan pesimis istriku,tiada yang mustahil
di hadapan Allah".Niatkanlah dan berikhtiarlah,hasilnya kita bertawakal
saja".
"Pak sampai sekarang belum daftar haji,usia kita sudah hampir 50
tahun.Katanya sekarang nunggunya lama utk bisa diberangkat haji,ada yang bilang
sampai 15 tahun dari waktu daftarnya".Kata kata istrinya ini mau tidak
mau,suka atau tidak suka telah menorehkan sedikit kegelisahan di hati sang
suami itu.Rasa optimisnya harus berhadapan dengan kenyataan.Kenyataan sampai
saat ini mereka belum mendaftar,kenyataan sampai saat ini belum cukup uangnya
untuk mendapat porsi haji,kenyataan saat ini begitu sulit pencarian
nafkahnya.Pikirannya jadi berkecamuk.Membiarkannya semangat bisa kaffah
menjalankan semua rukun Islam,atau berhenti dan pasrah dengan kenyataan,serta
mengubur mimpi bisa menjalankan ibadah suci.Tak terasa disudut kedua matanya
terkumpul titik titk air.Hanya karena misi untuk tidak keliatan pesimis di
depan istrinya ditahannya untuk tidak jatuh .Sekuat ia menahan godaan2
sepanjang hidupnya.Dengan sedikit tarikan nafasnya mulailah ia merubah strategi
menghibur istrinya."Bu,kita itu adalah persangkaan kita kepada Allah.Ibu
ingatkah sebuah hadizt qudsi, Allah berfirman,Aku adalah persangkaan
hambaku.Apapun kondisi sekarang kita harus berbaik sangka kepada Allah.Allah
akan wujudkan keinginan kita yang bersabar,berikhtiar dan bertawakal".Ibu
yakin aja kalau kita bisa berhaji,Allah pasti berikan jalannya.
"Kalau ternyata kita tidak bisa berangkat haji gimana pak?".Suami
ini beripikir sejenak,biar tidak asal menjawab."Bu,Haji adalah ibadah
wajib yang dilakukan hamba Allah yang mampu.Allah tidak akan memberikan
kesulitan kepada hambanya,kata "Allah menginginkan bagimu kemudahan dan
tidak menginginkan kesulitan.” (QS Al Baqoroh 185).Allah membuka pintu
seluas-luasnya beberapa “ibadah pelipur lara” melalui amalan tertentu sebagai
pengganti untuk meraih pahala haji atau umrah. Tujuannya agar surga Allah itu
bisa diwarisi oleh mereka yang beriman dan beramal shalih, apapun
derajatnya".Amalan2 tertentu itu tidak ada "gelarnya",tidak
ceremonial pelepasannya,tidak membutuhkan dokumen emigrasi,dan jangan berharap
didoakan banyak orang,"semoga menjadi haji mabrur',hehehe......Suami ini
bukan ustadz,tapi nasehatnya adem dan menenangkan.
Istrinya manggut manggut dan berbinar.Merasa yang dikatakan suaminya
benar."Apakah ibu hanya pingin dipanggil bu hajjah oleh orang lain.Apakah
ibu pingin ada tambahan kata Hj di KTP.Ataukah ibu mau buat kartu nama,sekedar
memberitahu masyarakat kalau ibu telah pergi ke tanah Suci.?".Pertanyaan
yang memberondong dan menohok,dijawab istrinya dengan menggeleng dan
tersenyum."Tabungan kita ada berapa bu?,tanya suami kepada
istrinya."Sudah cukup pak,tujuh ribu saja ",oh.....ternyata blm
sempat dijawab istrinya,tukang tambal ban itu telah memberitahukan kalau
nambalnya sudah selesai beserta jasanya.
Tersita hampir 45 menit waktu sepasang suami istri itu untuk menlesaikan
urusan kendaraan bermotonya.Perlu waktu 25 menit lagi untuk bisa ketempat
tujuan.
Hingga akhirnya sampailah mereka berdua di tempat tujuan.Tempat yang tadi
masih kosong kursi dan mejanya.Sekarang sudah penuh tamu.Dan Acara sudah
sementara waktu telah berjalan.Istrinya sempat ragu untuk melangkah,karena
sungkan dilihat banyak tamu.Namun suaminya tetap menggandengnya dengan diantar
penerima tamu,mantab berjalan ke shahibulbait.Istrinya hanya meletakkan bawaan
kardus yang dibawanya di sekitar pintu masuk rumah utamanya yang kosong tanpa
menyerahterimakan kepada tuan rumah,mungkin malu karena isinya yang tidak
begitu berharga.Sementara suaminya mendahului menyalami,memeluk sang suami
calon haji," sembari berkata,tunaikan ibadahmu dengan sempurna hanya
mengharap ridho Allah ya dik.Doakan kami bisa memenuhi undangan Allah di setiap
RumahNya pada saat saat yang ditentukanNya.Tak lupa titip doa ,jadikan bumi
Allah ini damai dan memberikan derajat yang tinggi kepada seluruh hambanya yang
sadar.Doakan kami sehat bisa menghantarkan anak2 kami tumbuh jadi anak yang
sholih.......".Calon haji ini tenggorokannya tercekat ketika
mengaminkan.Airmatanya keluar lebih kencang dari kata katanya.
Setelah duduk beberapa waktu.Terdengar adzan dhuhur di mesjid diseberang
kampung.Suami itu mulai tolah toleh.Acara masih berlangsung.Dibisikkannya
kepada istrinya,"bu, ayo kita segera tinggalkan tempat
ini"."Acara belum selesai pak,bentar lagi",sahut istrinya.Suami
itu tidak kekurangan akal,"bu,ibu pingin haji kan,bisa datang dirumah
Allah kan.Kalau pingin ayo latihan kalau Allah mulai memanggil ya kita harus
segera datang.Haji bukan semata mata ritual ibadah yang dijalani karena kita
membayarnya bu.Lebih dari itu bu.Kita memang belum mampu menjalankannya,tapi
hati dan perilaku kita harus seperti orang yang telah menunaikan ibadah
haji.Gelar haji yang dipanggilkan ke nama itu tidak begitu bermakna,kalau kita
tidak membawa kebaikan umat di dunia.Di sebut mabrur,kalau kita bertambah
berbudi luhur..............
Labbaik Allahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda
wanni'mata laka wal mulka, laa syarikalak.
Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, ni'mat dan segenap kekuasan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar