Jumat, 01 April 2016

Panggilan Allah Menuju Rumahnya,adalah Ketika Terdengar Adzan

Pernahkah anda diundang untuk menguhadiri
acara pelepasan haji.Apakah niat anda disana.Pengajiankah?.Atau minta didoakan sang calon haji agar tujuan dan cita- cita anda diijabah Allah .Ini pengalaman beberapa orang yang telah mendatangi acara tersebut.Saya ceritakan dalam sebuah cerita.


Kursi dan meja telah ditata rapi.Berjejer di bawah naungan beberapa tenda yang didirikan.Di ujung jalan masuk,sebuah gang di pemukiman terdapat banner yang direntangkan.Seolah melepas seseorang yang bakal pergi.Bertuliskan selamat kepada sepasang suami istri yang mau menunaikan ibadah haji di Mekah Madinah.Terlihat di depan namanya belum bertambah huruf "H" dan "Hj".



Satu jam sebelumnya.Sepasang suami istri tengah berjalan.Si suami menuntun sepeda motornya.Istri sembari menenteng kardus mie instan berjalan mengikutinya.Rupannya bocor ban belakangnya.Di pagi yang sudah cukup terik,mestinya sesuatu yang tidak mengenakkan hati.Tapi keliatan tenang dan ikhlas suami itu melakukannya.Mungkin sdh kebayang sebentar lagi akan segera ketemu tukang tambal ban.


Tibalah mereka sepasang suami istri itu kepada tukang tambal ban.Sudah ada yang mengantri.Setelah ngobrol sebentar,oleh tukang ban sepasang suami istri itu dipersilakan duduk.Di sebuah tempat duduk yang terbuat dari beberapa papan.Satu ujungnya disandarkan dengan rakitan bambu yang dijadikan penyangga.Ujung yang lain disandarkan dengan pohon waru yang kira2 berumur 10 tahun.Begitu rindang.Semilir angin membuat sepasang suami istri lepas dari terik panas pagi.


"Alhamdulillah ya bu,kita bocornya tidak jauh dari tukang ban,"suami membuka percakapan.Tentu ini kata kata penghibur untuk istrinya yang sudah kelihatan galau.Istri yang jujur dan apa adanya,merasa suaminya telah melakukan "penipuan".Sampai mandi keringat dan make up murahannya pada luntur,kok dikatakan masih beruntung."Dasar bapak itu gak mau salah,tadi kan ibu ingatkan,tambah dulu itu udara di ban yang sudah keliatan kempes,eh bapak yang ngeyel".Rupanya si istri agak geregetan juga.Suaminyanya cuma tersenyum,dan memohon maaf."Mudah mudahan kita nanti bisa didoakan bisa nyusul pak dan bu Somad ya bu,bisa ketanah suci".Istrinya sambil mererawang jauh bergumam,"Aamiin pak".Suaminya tersenyum ,kegalauan hati istrinya tak luput dari perhatiannya.Dipegang pundak istri yang dinikahi selama 16 tahun itu,"Jangan pesimis istriku,tiada yang mustahil di hadapan Allah".Niatkanlah dan berikhtiarlah,hasilnya kita bertawakal saja".


"Pak sampai sekarang belum daftar haji,usia kita sudah hampir 50 tahun.Katanya sekarang nunggunya lama utk bisa diberangkat haji,ada yang bilang sampai 15 tahun dari waktu daftarnya".Kata kata istrinya ini mau tidak mau,suka atau tidak suka telah menorehkan sedikit kegelisahan di hati sang suami itu.Rasa optimisnya harus berhadapan dengan kenyataan.Kenyataan sampai saat ini mereka belum mendaftar,kenyataan sampai saat ini belum cukup uangnya untuk mendapat porsi haji,kenyataan saat ini begitu sulit pencarian nafkahnya.Pikirannya jadi berkecamuk.Membiarkannya semangat bisa kaffah menjalankan semua rukun Islam,atau berhenti dan pasrah dengan kenyataan,serta mengubur mimpi bisa menjalankan ibadah suci.Tak terasa disudut kedua matanya terkumpul titik titk air.Hanya karena misi untuk tidak keliatan pesimis di depan istrinya ditahannya untuk tidak jatuh .Sekuat ia menahan godaan2 sepanjang hidupnya.Dengan sedikit tarikan nafasnya mulailah ia merubah strategi menghibur istrinya."Bu,kita itu adalah persangkaan kita kepada Allah.Ibu ingatkah sebuah hadizt qudsi, Allah berfirman,Aku adalah persangkaan hambaku.Apapun kondisi sekarang kita harus berbaik sangka kepada Allah.Allah akan wujudkan keinginan kita yang bersabar,berikhtiar dan bertawakal".Ibu yakin aja kalau kita bisa berhaji,Allah pasti berikan jalannya.


"Kalau ternyata kita tidak bisa berangkat haji gimana pak?".Suami ini beripikir sejenak,biar tidak asal menjawab."Bu,Haji adalah ibadah wajib yang dilakukan hamba Allah yang mampu.Allah tidak akan memberikan kesulitan kepada hambanya,kata "Allah menginginkan bagimu kemudahan dan tidak menginginkan kesulitan.” (QS Al Baqoroh 185).Allah membuka pintu seluas-luasnya beberapa “ibadah pelipur lara” melalui amalan tertentu sebagai pengganti untuk meraih pahala haji atau umrah. Tujuannya agar surga Allah itu bisa diwarisi oleh mereka yang beriman dan beramal shalih, apapun derajatnya".Amalan2 tertentu itu tidak ada "gelarnya",tidak ceremonial pelepasannya,tidak membutuhkan dokumen emigrasi,dan jangan berharap didoakan banyak orang,"semoga menjadi haji mabrur',hehehe......Suami ini bukan ustadz,tapi nasehatnya adem dan menenangkan.


Istrinya manggut manggut dan berbinar.Merasa yang dikatakan suaminya benar."Apakah ibu hanya pingin dipanggil bu hajjah oleh orang lain.Apakah ibu pingin ada tambahan kata Hj di KTP.Ataukah ibu mau buat kartu nama,sekedar memberitahu masyarakat kalau ibu telah pergi ke tanah Suci.?".Pertanyaan yang memberondong dan menohok,dijawab istrinya dengan menggeleng dan tersenyum."Tabungan kita ada berapa bu?,tanya suami kepada istrinya."Sudah cukup pak,tujuh ribu saja ",oh.....ternyata blm sempat dijawab istrinya,tukang tambal ban itu telah memberitahukan kalau nambalnya sudah selesai beserta jasanya.
Tersita hampir 45 menit waktu sepasang suami istri itu untuk menlesaikan urusan kendaraan bermotonya.Perlu waktu 25 menit lagi untuk bisa ketempat tujuan.


Hingga akhirnya sampailah mereka berdua di tempat tujuan.Tempat yang tadi masih kosong kursi dan mejanya.Sekarang sudah penuh tamu.Dan Acara sudah sementara waktu telah berjalan.Istrinya sempat ragu untuk melangkah,karena sungkan dilihat banyak tamu.Namun suaminya tetap menggandengnya dengan diantar penerima tamu,mantab berjalan ke shahibulbait.Istrinya hanya meletakkan bawaan kardus yang dibawanya di sekitar pintu masuk rumah utamanya yang kosong tanpa menyerahterimakan kepada tuan rumah,mungkin malu karena isinya yang tidak begitu berharga.Sementara suaminya mendahului menyalami,memeluk sang suami calon haji," sembari berkata,tunaikan ibadahmu dengan sempurna hanya mengharap ridho Allah ya dik.Doakan kami bisa memenuhi undangan Allah di setiap RumahNya pada saat saat yang ditentukanNya.Tak lupa titip doa ,jadikan bumi Allah ini damai dan memberikan derajat yang tinggi kepada seluruh hambanya yang sadar.Doakan kami sehat bisa menghantarkan anak2 kami tumbuh jadi anak yang sholih.......".Calon haji ini tenggorokannya tercekat ketika mengaminkan.Airmatanya keluar lebih kencang dari kata katanya.


Setelah duduk beberapa waktu.Terdengar adzan dhuhur di mesjid diseberang kampung.Suami itu mulai tolah toleh.Acara masih berlangsung.Dibisikkannya kepada istrinya,"bu, ayo kita segera tinggalkan tempat ini"."Acara belum selesai pak,bentar lagi",sahut istrinya.Suami itu tidak kekurangan akal,"bu,ibu pingin haji kan,bisa datang dirumah Allah kan.Kalau pingin ayo latihan kalau Allah mulai memanggil ya kita harus segera datang.Haji bukan semata mata ritual ibadah yang dijalani karena kita membayarnya bu.Lebih dari itu bu.Kita memang belum mampu menjalankannya,tapi hati dan perilaku kita harus seperti orang yang telah menunaikan ibadah haji.Gelar haji yang dipanggilkan ke nama itu tidak begitu bermakna,kalau kita tidak membawa kebaikan umat di dunia.Di sebut mabrur,kalau kita bertambah berbudi luhur..............

Labbaik Allahumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni'mata laka wal mulka, laa syarikalak.


Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, ni'mat dan segenap kekuasan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar